AKSES JALAN JADI KELUHAN UTAMA MASYARAKAT PESISIR

MASYARAKAT MEUKISI DISTRIK YOKARI MENGELUH DENGAN AKSES JALAN RAYA MASUK KAMPUNG.

Mahasiswi asal kampung Meukisi Ribka Dusay

Sekian lama masyarakat pesisir tanah merah umumnya melakukan aktifitas menggunakan jalur laut, akses jalan yang di bangun dari distrik demta ke distrik Yokari sampai tembus distrik depapre dan kampung-kampung di sekitarnya hanya meninggalkan bekas alat berat yang memotong tebing,seakan-akan merancang parit dan kali buatan di bawa pepohonan yang tumbuh menutupi jalan itu.

Pada tahun 2011 masyarakat yokari dan masyarakat tanah merah senang dengan proyek jalan mulai dikerjakan dari Demta menuju depapre, tetapi kegiatan itu berhenti dan tidak pernah ada kelanjutannya, bekas-bekas jalan raya yang dikerjakan mulai di tumbuhi pohon, dan sampai hari ini tidak pernah ada tindak lanjut dari pekerjaan itu.

Salah satu Mahasiswi asal kampung Meukisi Ribka Dusay mengeluh setiap kali melihat kondisi orang tua yang selalu mengalami kesulitan akses ke kota dari kampung, sudah susah dengan jalan raya, jaringan telepon juga selalu susah, hal ini benar-benar mejandi penderitaan tersendiri dari tahun ke tahun yang kami derita, saya rasat sedih sekali lihat keadaan orang tua banting tulang untunk menyekolahkan kami.

Salah Satu Aktifis Muda Tanah Merah Yulianus Yarisitou

Sementara salah satu aktifis anak tanah merah Yulianus Yarisitou mengemukakan bahwa jalan yang dikerjakan tahun 2011 lalu telah memakan biaya puluhan miliart, semua ini jadi rugi, seakan-akan membuang garam ke laut , menurutnya ini semacam pembiaran yang terjadi selama ini, akses jalan di pesisir tanah merah dibiarkan, pemerintah Daerah dinilai tidak focus dengan kebutuhan masyarakat pesisir tanah merah, ia menegaskan bahwa bukan hanya di Distrik Yokari saja, tetapi di Distrik Ravenirara, juga akses jalan raya tidak dibangun dengan serius, jalan raya Sentani depapre yang didepan mata saja dari tahun ke tahun begitu-begitu saja, sangat disayangkan perilaku para pemangku kepentingan, tidak ada hati dan perasaan sama sekali, sementara laut terus menelan korban akibat akses transportasih laut yang kurang memadai.

Kami berharap kepada Pihak Pemerintah, lakukan monitoring dengan sungguh-sungguh untuk menindak lanjuti masalah di masyarkat yang selama ini mereka alami, masyarakat tanah merah kalau dilihat dari sisi akses pembangunan kami sangat terintimidasi disbanding dengan masyarakat lain yang menikmati pembangunan dengan baik. Tuturnya. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *